Maut

Kamis, 22 Desember 2011

Oleh : Arya Winanda

tik-tik-tik-tik
kaki hujan
berjinjitan
di balik
langit-langit

sehalus angin
menuai ranting
yang semenjak lama
tiada bergetah
hingga
ingin
mengangan
genggaman tanah

darah di bilik-bilik jantung
bersolek – tergesa
menyambut
si penanti
paling setia

menjemput segala
mereka

kali terakhir berkumpul
mengairi kolam
di alun-alun mata

dan kerongkongan:
terompet panjang
enggan bersuara

sebagai gerbang
disuburi karat
kering berderit
sungkan terbuka

0 komentar:

Posting Komentar