Enam Bait Rayuan Gombal

Kamis, 22 Desember 2011

Oleh : Arya Winanda

dingin yang terhampar di waktu subuh
menjelma di bulu dedaun bambu
beningny menitis di mata kamu
karenanya,
saya mengagumi
mata embun itu

embun yang menitik di matamu
terasa asin dan asing
ia umpama laut
dan saya tenggelam
          sebab lidah ombaknya
                   melempar ludah ke muka
          bila mau bertaut, menyurut

dengan cara yang sama saya memahami:
di lengkung petang, burung-burung parkit
menghambur ke lenggang padang
meluncur licin di pinggang bebukit

begitu juga senyummu: lapang
namun terang, menggigit pahit

sebab itulah
saya menjatuhkan diri

dan berusaha sungguh
bangkit sendiri

0 komentar:

Posting Komentar