SEPULUH CARA UNTUK MENGEMBANGKAN KEPERCAYAAN DIRI

Kamis, 22 Desember 2011
a.      Buatlah daftar kelebihan dan kekurangan anda secara terpisah.
b.     Buatlah daftar sepuluh hal yang paling mungkin anda lakukan. Lalu mulailah menyortir, memilih atau menggantinya, hingga muncul hal yang paling anda yakini.
c.      Jagalah kesehatan dengan tidur, makan, dan olahraga secara proporsional. Minumlah banyak air setiap hari dan selalu sediakan botol air di atas meja.
d.     Jagalah supaya postur tubuh anda tampak bagus. Ini membuat anda merasa dan tampak yakin diri.
e.     Jagalah sikap positif dan tolaklah kritikan yang tidak berguna, termasuk kritikan dari diri sendiri.
f.       Dalam keadaan sadar diri, pusatkan perhatian anda pada satu objek. Kemudian pikirkan secara detail.
g.     Mintalah apa yang menjadi keinginan anda. Mungkin anda tidak mendapatkannya, tapi dengan meminta berarti memperbaiki hal-hal yang bersifat merintangi.
h.     Praktikkan berfikir yang nyaman. Kalau keyakinan anda lambat, pikirkan tentang hal-hal, tempat atau orang yang dapat membuat anda merasa enak.
i.       Pakailah tehnik relaksasi tubuh sepanjang hari. Lemaskan leher, bahu, dsb. Bayangkan bahwa tubuh anda terdiri dari cairan yag mengandung sutra. Visualisasikan dan rasakan aliran lembut, hangat yang naik dari kaki hingga ke puncak kepala.
j.       Mainkan permainan dengan anda sendiri sebagai objeknya. Tanyakan pada diri sendiri bagaimana seorang yang mempunyai keyakinan diri akan bertindak dalam situasi tertentu.

Asas bimbingan dan konseling

  1.  Asas Kerahasiaan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin.
  2. Asas kesukarelaan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut.
  3. Asas keterbukaan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Agar konseli dapat terbuka, guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.
  4. Asas kegiatan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya.
  5. Asas kemandirian, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling, yakni: konseli (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli.
  6. Asas Kekinian, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang. Pelayanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang.
  7. Asas Kedinamisan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.
  8. Asas Keterpaduan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis, dan terpadu. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
  9.   Asas Keharmonisan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada, yaitu nilai dan norma agama, hukum dan peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan yang berlaku. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. Lebih jauh, pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan konseli (konseli) memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai dan norma tersebut.
  10. Asas Keahlian, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Dalam hal ini, para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling.
  11. Asas Alih Tangan Kasus, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua, guru-guru lain, atau ahli lain ; dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain.


Sumber:
Depdiknas. (2003). Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Puskur Balitbang.

rekreasi sambil berkreasi


seorang tante pecinta cermin
menyulut serabut sumbu kelamin
di sampul majalah pria
dan poster model di kaki lima

sepanjang koridor hening
plaza berhawa air conditioning
sibuk menembus ekstitensi
lewat mega diskon fashion dan body lotion
di daftar panjang halaman notes belanja
dalam perut tas cangklong mungil manja
yang menjadi obsesi penguras credit card
dan terseret gemerincing langkah sepatu yang cepat

Enam Bait Rayuan Gombal


Oleh : Arya Winanda

dingin yang terhampar di waktu subuh
menjelma di bulu dedaun bambu
beningny menitis di mata kamu
karenanya,
saya mengagumi
mata embun itu

embun yang menitik di matamu
terasa asin dan asing
ia umpama laut
dan saya tenggelam
          sebab lidah ombaknya
                   melempar ludah ke muka
          bila mau bertaut, menyurut

dengan cara yang sama saya memahami:
di lengkung petang, burung-burung parkit
menghambur ke lenggang padang
meluncur licin di pinggang bebukit

begitu juga senyummu: lapang
namun terang, menggigit pahit

sebab itulah
saya menjatuhkan diri

dan berusaha sungguh
bangkit sendiri

Maut


Oleh : Arya Winanda

tik-tik-tik-tik
kaki hujan
berjinjitan
di balik
langit-langit

sehalus angin
menuai ranting
yang semenjak lama
tiada bergetah
hingga
ingin
mengangan
genggaman tanah

darah di bilik-bilik jantung
bersolek – tergesa
menyambut
si penanti
paling setia

menjemput segala
mereka

kali terakhir berkumpul
mengairi kolam
di alun-alun mata

dan kerongkongan:
terompet panjang
enggan bersuara

sebagai gerbang
disuburi karat
kering berderit
sungkan terbuka

Sutradara itu menghapus dialog kita


/1/
Pertemuan dini hari dibatas kota itu tak menghasilkan apa-apa sedikit salak anjing untuk senyap. Tak terdengar nyanyi, “Kita ternyata terlalu angkuh untuk tidak setia, terlalu gagap  untuk sekedar mengingat babak pertama itu”
/2/
Sutradara memang tidak peduli pada coretan-coretan di naskah yang kita hafal,  kata-kata yang dihilangkan, tanda seru yang dibisukan dan ‘mu’ yang juga tidak ditulis dengan huruf kapital. Pada suatu subuh  yang tanpa sutradara ternyata kita pun tetap gagap untuk ingat pukul berapa harus berangkat. Kau malah mendongeng tentang seekor angsa yang tak lagi menyanyi- dan berkata, “ Kenapa ini tertulis justru di adegan pertama dihalaman pertama ketika tak ada cerita yang sudah selesai direka?”
Siang hari kita bertemu sutradara itu; sedang dicoretnya beberapa dialog dikitab yang sudah kita hafal diluar kepala. Kau menatapku, “Kenapa kita seperti tak dikenalnya?”
/3/
Ada, memang, angsa menyanyi-asal kita berniat menghafal dialog kata demi kata lagi

-Sapardi Djoko Damono-

Suatu hari ditaman kanak-kanak

Bu Guru bilang aku takkan bisa menggambar-Mu. Tunggu, aku coretkan Kau di kertas ini. Jangan kau bilang siapa pun, lihatlah sendiri. Persis kan?

-Sapardi Djoko Damono-

Sembilan Tipe Kepribadian Manusia

Senin, 19 Desember 2011

  1. Perfeksionis
    Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.
  2. Penolong
    Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.
  3. Pengejar prestasi
    Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.
  4. Romantis
    Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.
  5. Pengamat
    Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.
  6. Pencemas
    Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.
  7. Petualang
    Termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita.
  8. Pejuang
    Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat menganPara pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.dalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.
  9. Pendamai
    Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.

Tipe-Tipe Kepribadian

Pengelompokan kepribadian atau watak yang mula - mula ditetapkan oleh Hippocrates. Antara lain :
1. Tipe Kepribadian Sanguinis
Tipe ini paling baik dalam hal berurusan dengan orang lain secara antusias; menyatakan pemikiran dengan penuh gairah; memperlihatkan perhatian. Kelemahan tipe ini adalah berbicara terlalu banyak; mementingkan diri sendiri; sulit berkonsentrasi; kurang disiplin.
2. Tipe Kepribadian Melankolis
Tipe ini paling baik dalam hal mengurus perincian dan pemikiran secara mendalam, memelihara catatan, bagan dan grafik; menganalisis masyarakat yang terlalu sulit bagi orang lain. Kelemahan tipe ini adalah mudah tertekan; menunda - nunda suatu pekerjaan; mempunyai citra diri yang rendah; mengajukan tuntutan yang tidak realistis pada orang lain.
3. Tipe Kepribadian Koleris
Tipe ini paling baik dalam hal pekerjaan yang memerlukan keputusan cepat; persoalan yang memerlukan tindakan dan pencapaian seketika; bidang-bidang yang menuntut kontrol dan wewenang yang kuat. Kelemahan tipe ini adalah tidak tahu bagaimana cara menangani orang lain; sulit mengakui kesalahan; sulit bersikap sabar; terlalu pekerja keras.
4. Tipe Kepribadian Phlegmatis
Tipe ini paling baik dalam posisi penengahan dan persatuan; badai yang perlu diredakan; rutinitas yang terus membosankan bagi orang lain. Kelemahan tipe ini adalah kurang antusias; malas; tidak berpendirian; sering mengalami perasaan sangat khawatir, sedih dan gelisah.
Setelah kita mulai memahami perbedaan-perbedaan dalam watak dasar kita, hal itu menyingkirkan tekanan dari hubungan antar manusia. Kita bisa saling melihat kepada perbedaan lainnya dengan cara yang positif dan tidak berusaha membuat setiap orang jadi seperti kita.

Unsur-Unsur Kepribadian


1. Temperamen/ watak
Temperamen adalah gaya perilaku seseorang dan cara khasnya dalam memberi tanggapan.Beberapa individu bertemperamen aktif, sedangkan yang lainnya tenang.
2. Trait/ sifat
Respon yang senada atau sama terhadap sekolopok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang relatif lama.

3. Karakter
Penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit.

4. Mood
Merupakan gangguan kepribadian yang berat pada karakter dan kecenderungan perilaku pada individu. Gangguan tersebut melibatkan beberapa bidang kepribadian dan berhubungan dengan kekacauan pribadi dan sosial.

5. Trend
Merupakan kecenderungan sekitar yang ingin diikuti atau ditiru

6. Disposisi
Merupakan struktur neuropsikis umum (yang khas bagi individu) dengan kapasitas menjadikan banyak stimulus secara fungsional ekuivalen dan memulai serta membimbing bentuk-bentuk konsisten tingkah laku adaptif dan stalistik.

7. Habit
Merupakan kebiasaan yang dilakukan di luar kesadaran

8. Attitude
Merupakan pendapat, opini, pandangan dan kecenderungan untuk mewujudkan seperangkat nilai terhadap keadaan atau obyek tertentu

Definisi Kepribadian Menurut Para Ahli

a)      Allport, kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas.
b)      Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.
c)      Yinger, kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan system kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.
d)     M.A.W Bouwer, kepribadian adalah corak tingkah laku social yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.
e)      Cuber, kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.
f)       Theodore R. Newcombe, kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.
g)      George Kelly memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya.
h)      Larsen & Buss (2002) kepribadian merupakan sekumpulan trait psikologis dan mekanisme didalam individu yang diorganisasikan, relatif bertahan yang mempengaruhi interaksi dan adaptasi individu didalam lingkungan (meliputi lingkungan intrafisik, fisik dan lingkungan sosial)
i)        Murray, Kepribadian adalah abstraksi yang dirumuskan teoritikus (ahli teori) dan bukan gambaran tingkah laku individu.
j)        Krench & C. Ricard H. Field, kepribadian adalah integrasi karakteristik kesatuan yang unik dimodifikasikan oleh usaha-usaha menguasai diri lingkungan yang berubah.
k)      Rouce K & Waren, kepribadian adalah faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku seseorang.
l)        Jung, kepribadian adalah mencakup keseluruhan pikiran, perasaan, dan tingkahlaku kesadaran dan ketidaksadaran.
m)    Wheeler, kepribadian adalah pola khusus atau keseimbangan dari reaksi-reaksi yang teratur yang menampakkan sifat khusus individu di antara individu-individu yang lain.
n)      Schever & Lamn, kepribadian adalah keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri khas dan perilaku seseorang.
o)      Hall (1998) kepribadian merupakan hakekat keadaan manusiawi, yaitu bahwa kepribadian merupakan bagian dari individu yang paling mencerminkan atau mewakili pribadi, bukan hanya dalam arti bahwa ia membedakan individu tersebut dari orang lain, tetapi yang lebih penting bahwa itulah ia yang sebenarnya.
p)      B. Adolf Heuken, S.J. dkk. Kepribadian (1989 : 10) adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani, mental, rohani, emosional maupun yang sosial. Semuanya ini telah ditatanya dalam caranya yang khas di bawah beraneka pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dalam tingkah lakunya, dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya.
q)      Shelldon dan Kretchmer kepribadian didasarkan pada (bentuk tubuh): endomorf, mesomorf dan  ektomorf.
r)       Hipocrates mendasarkan pada reaksi tubuh dampak fisiologis tubuh akibat dari adanya 4 kelompok cairan tubuh.
s)       Cattell juga percaya bahwa kata-kata yang digunakan seseorang untuk menggambarkan dirinya dan orang lain adalah petunjuk penting kepada struktur kepribadian. Cattell percaya kepribadian dapat digeneralisir. Yang harus dilakukan adalah dengan mencari trait dasar atau utama dari ribuan trait yang ada.