Latihan menyusun RPP

Jumat, 23 September 2011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah             : Sekolah Dasar
Mata pelajaran             : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/Semester            : VI/1
Pertemuan Ke-            : 1
Alokasi waktu             :
Standar Kompetensi   : 2. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dan
fungsinya
Kompetensi dasar       : 2.1. Menjelaskan hubungan antara struktur akar tumbuhan dengan fungsinya
2.2. Menjelaskan hubungan antara struktur batang tumbuhan dengan fungsinya
2.3. Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan fungsinya
2.4. Menjelaskan hubungan antara bunga dengan fungsinya
Indikator                     : 1. Menyebutkan bagian-bagian tubuh tumbuhan dan kegunaanya
2. Menjelaskan struktur akar dan kegunaannya
3. Menjelaskan struktur batang dan kegunaannya
4. Menjelaskan struktur daun dan kegunaannya
5. Menjelaskan struktur bunga dan kegunaannya
I. Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa dapat menyebutkan bagian tumbuhan
2.      Siswa dapat menjelaskan struktur akar dan kegunaannya
3.      Siswa dapat menjelaskan struktur batang dan kegunaannya
4.      Siswa dapat menjelaskan struktur daun dan kegunaannya
5.      Siswa dapat menjelaskan struktur bunga dan kegunaannya
II. Materi pembelajaran
Bagian tubuh tumbuhan
III. Metode pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, demonstrasi
IV. Sumber dan media
Sumber dari internet : http://bachtiarp.blogspot.com/2009/01/rangkuman-ipa-4-sd.htm
Media : papan tulis, gambar pohon, bolpoint, kertas
V. Kegiatan belajar mengajar
1.    Pembukaan
-       Menanyakan kesiapan siswa mengikuti pelajaran IPA
-       Mengabsen siswa
2.      Kegiatan Inti
-          Guru menunjukkan gambar tetang bagian-bagian tumbuhan
-          Guru mendiskripsikan bagian-bagian tumbuhan
-          Guru menjelaskan bagian akar dan fungsi akar bagi tumbuhan
-          Guru menjelaskan bagian batang dan fungsi batang bagi tumbuhan
-          Guru menjelaskan bagian daun dan fungsi daun bagi tumbuhan
-          Guru menjelaskan bagian bunga dan fungsi bunga bagi tumbuhan
VI. Penilaian
-          Keaktifan dalam menjawab pertanyaan, sikap, dan tingkah laku
-          Mengerjakan soal latihan

Mengetahui,                                                    Dilaksanakan,...................
            Guru Pamong,                                                             Mahasiswa,

(__________________)                                              (___________________)
NIP. ..........................                                                             NIM.  ................................

SATLAN MANAJEMEN WAKTU

Kamis, 08 September 2011

SATUAN KEGIATAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI

A.     Topik                                       : Manajemen Waktu
B.     Bidang Layanan                        : Pribadi Sosial
C.     Kompetensi Dasar                    : Memiliki kemampuan mengambil keputusan dan   
  pengarahan diri dalam kehidupan mandiri secara
 emosional dan sosial.
D.     Jenis Layanan                           : Informasi
E.      Fungsi Layanan                         : Pemahaman dan Pengembangan
F.      Tujuan Layanan                        :
·        Tujuan Khusus :
-         Siswa dapat mengatur waktu yang efektif dan efisien dalam kegiatan sehari-hari
·        Tujuan Umum   :
-           Siswa mampu menjelaskan pentingnya mengatur waktu
-           Siswa dapat membuat jadwal kegiatan sehari-hari di rumah
-           Siswa mampu mengatur kegiatan utama dan kegiatan selingan dalam kehidupan seharu-hari
-           Siswa mampu membiasakan diri untuk hidup secara teratur
G.     Sasaran Layanan                      : Siswa kelas X
H.     Uraian Kegiatan                        :
·        Guru pembimbing         :
-         Mengabsen
-         Membuat suatu permainan mengenai mengatur waktu dalam kegiatan sehari-hari dengan menggunakan butiran beras dan bola pingpong
-         Memberikan tips mengatur waktu
-         Menjelaskan mengenai makna permainan dan evaluasi tentang permainan
·        Siswa                           :
-         Absen
-         Mengikuti permainan sesuai dengan aturan yang ada
-         Memperhatikan penjelasan guru pembimbing
-         Menyimpulkan jalannya permainan
I.        Materi                                      : Terlampir
J.       Metode                                    : Ceramah dan Permainan
K.    Tempat                                     : Ruang kelas
-         Tanggal                              : 21 Maret 2011
-         Waktu                                : 1 x @ 45 menit
-         Semester                            : 2
L.      Penyelenggara Layanan             : Guru Pembimbing
M.   Pihak yang disertakan   : -
N.    Alat dan Perlengkapan : Materi, Bola ping pong, toples, beras
O.    Rencana Penilaian                     :
·      Segera                          :
-          Antusias siswa dalam menerima materi
-          Tingkat pemahaman siswa terhadap materi layanan
·      Jangka Pendek             :
-          Kemanfaatan materi bagi siswa
-          Keseharian siswa di sekolah
P.      Tindak Lanjut                           : Konseling Individu/kelompok
Q.    Catatan                                    : -

Salatiga, 20 Februari 2011

Mengetahui,
Koordinator BK/Kepala Sekolah                            Perencanaan Layanan/Guru Pembimbing


(Yuliyanto)                                                                   (Yuliana Dewi W)


PERMAINAN
A.     Alat yang digunakan :
• 1 buah toples kecil
• beras secukupnya
• 8 buah bola pingpong
B.     Cara bermain :
 Masukan bola pingpong ke dalam toples sebanyak 2 buah
 Kemudian diisi dengan butiran beras
 Isi lagi dengan bola pingpong kembali
 Teruskan sampai toples terisi penuh tanpa ada beras yang tersisa
 Usahakan sebelumnya siswa melakukan sendiri tanpa diberitahu caranya oleh guru
 Coba dengan cara lain, masukan beras terlebih dahulu kemudian bola pingpong, apa    yang terjadi? Butiran beras tidak akan masuk semuanya dan akan ada sisa
C.     Evaluasi
Permainan analogi ini bisa dijelaskan sebagai berikut : toples adalah ibarat jumlah waktu dalam sehari yaitu 24 jam, bola pingpong adalah kegiatan utama seperti, belajar, sekolah, les, bimbingan belajar.
Beras adalah kegiatan selingan seperti, main ps, main komputer, ke warnet, buka internet, ekskul, nonton tv.
Apabila kita memasukan beras terlebih dahulu lalu bola pinpong maka toples tidak akan bisa ditutup, tapi apabila kita memasukan bola terlebih dahulu maka toples akan bisa ditutup. Dengan demikian dalam kegiatan sehari-hari kita harus mengerjakan kegiatan yang utama terlebih dahulu kemudian diisi dengan kegiatan selingan sehingga kita dapat mem
anfaatkan waktu dengan baik.






MATERI
Tips Mengatur Waktu Yang Efektif Dan Efisien
Semua orang memiliki jumlah waktu yang sama setiap harinya. Dalam satu minggu kita menghabiskan 168 jam. Setengah dari waktu yang kita gunakan habis karena empat hal, yaitu: tidur, makan, bergaul dan hubungan interpersonal.
Sering kali ditemui bahwa banyak remaja yang masih belum dapat mengatur waktu dengan cara efisien sehingga mereka mengalami kesulitan dalam mengatur jadwal yang tentunya sangat penuh dengan aktivitas dan juga kegiatan belajar.
Masalah yang muncul dalam mengatur waktu adalah jika setiap hari kita memiliki kegiatan dan sulit untuk dikontrol, maka masalah akan muncul. Masalah yang muncul tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu perencanaan yang tidak terorganisasi, tidak jelas, melenceng, tidak konsisten, tidak ada tujuan, dan kurang efektif dalam menggunakan waktu. Akan sangat membantu jika kita menuliskan beberapa masalah yang muncul dalam pengaturan waktu.
Ada beberapa tips atau strategi yang dapat membantu kita dalam mengatur waktunya agar lebih berhasil dalam belajar dan beraktivitas:
1.      Perhatikan kapan waktu luang yang dimiliki. Waktu luang yang dimaksud adalah waktu yang membebaskan kita dari segala aktivitas sekolah, kursus atau kegiatan lainnya.
2.      Perhatikan kondisi kita yang paling fit untuk belajar, misal dimalam hari atau dini hari.
3.      Buatlah jadwal untuk mengatur waktu belajar dan juga akitivitas yang akan dilakukan. Idelanya, waktu untuk belajar adalah 50 menit ditambah waktu istirahat. Buat variasi dalam belajar, misal ganti lokasi belajar atau ajak teman untuk belajar.
4.      Jagalah motivasi belajar dengan cara membuat target.
5.      Perhatikan kondisi tubuh. Kesehatan adalah segalanya. Karena itu, dalam membuat jadwal masukkan juga waktu istirahat.
6.      Saat belajar tidak selalu harus melakukan tugas. Buatlah waktu untuk membaca materi pelajaran dua kali. Pertama, sebelum memulai pelajaran (masuk sekolah) dan kedua setelah pelajaran. Hal tersebut akan membantu ingatan jangka panjang.
7.      Setelah melakukan semua kegitan, maka sisakan waktu lima menit untuk mengevaluasi kegiatan Anda. Apakah sudah dijalankan sesuai jadwal atau sebaliknya.


Rencana Jadwal Belajar Efektif:
·        Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
·        Prioritaskan tugas-tugas.
·        Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
·        Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas. Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
·        Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.
·        Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
·        Rencanakan juga “deadline”.
·        Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
·        Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
·        Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!

Sumber :
http://ronaldorozalino.wordpress.com/2010/01/19/cara-mengatur-waktu-agar-lebih-efektif/

Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja

Senin, 05 September 2011
Remaja pada tingkat perkembangan anak yang telah mencapai jenjang menjelang dewasa. Pada jenjang ini, kebutuhan remaja telah cukup kompleks, cakrawala interaksi sosial dan pergaulan remaja telah cukup luas. Dalam penyesuaian diri terhadap lingkungannya, remaja telah mulai memperlihatkan dan mengenal berbagai norma pergaulan, yang berbeda dengan norma yang berlaku sebelumnya di dalam keluarganya. Remaja menghadapi berbagai lingkungan, bukan saja bergaul dengan berbagai kelompok umur. Dengan demikian, remaja mulai memahami norma pergaulan dengan kelompok remaja, kelompok anak-anak, kelompok dewasa, dan kelompok orang tua. Pergaulan dengan sesama remaja lawan jenis dirasakan yang paling penting tetapi cukup sulit, karena di samping harus memperhatikan norma pergaulan sesama remaja, juga terselip pemikiran adanya kebutuhan masa depan untuk memilih teman hidup.

• Pada masa remaja , anak mulai memperhatikan dan mengenal berbagai norma pergaulan . Pergaulan sesama teman lawan jenis dirasakan sangat penting , tetapi cukup sulit , karena di samping harus memperhatikan norma pergaulan sesame remaja juga terselip pemikiran adanya kebutuhan masa depan untuk memilih teman hidup .
• Kehidupan sosial remaja ditandai dengan menonjolnya fungsi intelektual dan emosional . Remaja sering mengalami sikap hubungan sosial yang tertuutup sehubungan dengan masalah yang dialaminya .
• Menurut “ Erick Erison ‘ Bahwa masa remaja terjadi masa krisis , masa pencarian jati diri . Dia berpendapat bahwa penemuan jati diri seseorang didorong oleh sosiokultural . Sedangkan menurut Freud , Kehidupan sosial remaja didorong oleh dan berorientasi pada kepentingan seksual.
• Pergaulan remaja banyak diwujudkan dalam bentuk kelompok – kelompok , baik kelompok besar maupun klelompok kecil .
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial

Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga, kematangan anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemampuan mental terutama emosi dan inteligensi.

a. Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan budaya anak.
Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.
b. Kematangan anak
Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Di samping itu, kemampuan berbahasa ikut pula menentukan.
Dengan demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
c. Status Sosial Ekonomi
Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan memandang anak, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. “ia anak siapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak, masyarakat dan kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku di dalam keluarganya.
Dari pihak anak itu sendiri, perilakunya akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya. Sehubungan dengan itu, dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa “menjaga” status sosial dan ekonomi keluarganya. Dalam hal tertentu, maksud “menjaga status sosial keluarganya” itu mengakibatkan menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok elit dengan normanya sendiri.
d. Pedidikan
Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Pendidikan dalam arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga, masyarakat, dan kelembagaan. Penanaman norma perilaku yang benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di kelembagaan pendidikan(sekolah).
Kepada peserta didik bukan saja dikenalkan kepada norma-norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkan kepada norma kehidupan bangsa(nasional) dan norma kehidupan antarbangsa. Etik pergaulan membentuk perilaku kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
e. Kapasitas Mental, Emosi, dan Integensi
Kemampuan berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak.
Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.


Aspek Perkembangan Remaja

1.      Perkembangan fisik.
a.       Perubahan yang berlangsung secara fisik dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja.
Perubahan biologis pubertas yang merupakan tanda akhir masa kanak-kanak, berakibat peningkatan pertumbuhan berat dan tinggi, perubahan dalam proporsi dan bentuk tubuh, dan pencapaian kematangan seksual.
b.      Perubahan fisik pada anak perempuan dan laki-laki.
·        Karakteristik seks primer: organ yang berkaitan langsung dengan reproduksi, yang membesar dan matang sepanjang masa remaja.
·        Karakteristik seks sekunder: sinyal fisiologis kematangan seksual (misalnya: payudara wanita dan lebar bahu pada pria) yang tidak mencakup organ seks.

2.      Perkembangan Kognitif/ intelek.
Piaget mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas yang memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak.
Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi formal. Tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak dan mampu melakukan penalaran hipotetis-deduktif (mampu mengembangkan, mempertimbangkan, dan menguji hipotesis; mendesain eksperimen untuk membuktikannya).

3.      Perkembangan Emosi.
Emosi merupakan suatu keadaan yang kompleks dari organisme yang menyangkut perubahan jasmani yang luas sifatnya (dalam pernafasan, denyut, dsb) dan pada sisi kejiwaan, suatu keadaan terangsang yang ditandai oleh perasaan yang kuat dan biasanya merupakan suatu dorongan kearah suatu bentuk tingkah laku tertentu (Drever, 1986). Emosi dapat berupa perasaan senang, sedih, takut, marah dan lain sebagainya.

4.      Perkembangan Psikososial.
Perkembangan psikososial berkaitan dengan perubahan-perubahan emosi dan identitas pribadi individu yaitu bagaimana seseorang berhubungan dengan keluarga, teman-teman, masyarakat serta dengan yang lainnya.
Perkembangan psikososial yang penting pada masa remaja disini adalah pencarian identitas diri.
1.      Erikson à konsepsi tentang diri, penentuan tujuan, nilai, dan keyakinan yang dipegang teguh oleh seseorang.
2.     Proses menjadi seorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup.